QURAN HADIS
Fiqih

Pelet Cinta, Bolehkah?

Manusia kadang memakai segala cara untuk menaklukan orang yang disukainya. Tak jarang rasa suka malah menjadi obsesi berlebihan untuk memiliki. Hingga akhirnya tega menghalalkan segala cara untuk mendapatkan keinginannya, termasuk menikahi kekasih yang diidamkannya.

Di lingkungan sosial masyarakat, sudah diketahui tak jarang orang menggaet pujaan hati dengan pelet. Melakukan pelet terhadap orang yang ditargetkan, alias memelet gebetan agar mencintai kita hingga ke jenjang pernikahan dan menjadi pasangan suami-istri tak jarang dilakukan.

Mengingat ada andil tindakan pelet dalam pernikahan tersebut, sebetulnya jika dilihat dari kacamata agama Islam, bagaimana hukum pernikahannya?

Secara hukum maka pernikahan tersebut pada dasarnya tetap bersifat sah. Namun tetap ada dosa, yang mana didapat dari tindakan pelet tersebut. Sebab sejatinya, pelet ternyata adalah bagian dari sihir.

“Nikahnya tetap sah selama mengikuti rukun dan syaratnya. Peletnya itu yang tidak diperkenankan oleh agama. Jika naksir seseorang sampaikan kepadanya secara baik-baik, semoga sakinah. Hindari perbuatan pelet, karena pelet itu bagian dari sihir nah sihir itu buatan setan. Nikah sah, peletnya tetap dosa.

Mengacu pada penjelasan di atas, lalu apakah dosa melakukan pelet termasuk dosa besar? jawabannya tergantung pada jenis peletnya.

Jika orientasi peletnya menzalimi seperti untuk menyakiti, lupa ingatan, hingga membuat stres maka jelas dosa dua kali, dosa niat jahat dan dosa menggunakan pelet.

Namun jika orientasinya sekedar untuk membuat seseorang jatuh cinta, maka tetap dikatakan sebagai maksiat, niatnya benar tapi caranya yang salah, karena apapun alasannya, yang namanya pelet adalah bagian dari ilmu sihir atau dukun alias kahin.

“Alquran sudah ngajari kita bagaimana cara mencintai dan dicintai orang lain. Jika ingin dicintai atau ingin sukses dapat pasangan yang ideal sudah ada doa-doanya, sesuai ajaran Islam, misal dengan memperbanyak baca sholawat atau baca Surat Yusuf dll, yang ini boleh-boleh saja, tapi jika menggunakan pelet tetap tidak boleh karena itu pasti kerjasama dengan setan.

Dalam surat Al Baqorah ayat 102 menjelaskan bahwa syaitan mengajari manusia ilmu sihir tujuannya agar manusia tersesat dari jalan kebenaran.

وَاتَّبَعُوا مَا تَتْلُو الشَّيَاطِينُ عَلَىٰ مُلْكِ سُلَيْمَانَ ۖ وَمَا كَفَرَ سُلَيْمَانُ وَلَٰكِنَّ الشَّيَاطِينَ كَفَرُوا يُعَلِّمُونَ النَّاسَ السِّحْرَ وَمَا أُنْزِلَ عَلَى الْمَلَكَيْنِ بِبَابِلَ هَارُوتَ وَمَارُوتَ ۚ وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّىٰ يَقُولَا إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلَا تَكْفُرْ ۖ فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهِ ۚ وَمَا هُمْ بِضَارِّينَ بِهِ مِنْ أَحَدٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ ۚ وَيَتَعَلَّمُونَ مَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنْفَعُهُمْ ۚ وَلَقَدْ عَلِمُوا لَمَنِ اشْتَرَاهُ مَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِنْ خَلَاقٍ ۚ وَلَبِئْسَ مَا شَرَوْا بِهِ أَنْفُسَهُمْ ۚ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ

Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan lah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: “Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir”. Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun, kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang tidak memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat, dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui.

Related posts

Hukum Sholat Bercampur Laki Laki dengan Perempuan Bukan Mahrom

adminISQH

Tidak Membaca Basmalah di Awal Shalat, Bolehkah?

adminISQH

Hukum Mengunakan Sisa Dana Qurban untuk Masjid

adminISQH

Leave a Comment