QURAN HADIS
Hikmah

MASJID AMRU BIN ASH YANG PENUH AURA SAHABAT NABI SAW

Oleh: Gus Hayid (langsung dari Kairo, Mesir)

Masjid Amr bin Ash adalah masjid tertua di Mesir dan Benua Afrika serta di dunia selain di Makkah dan Madinah serta Syam. Sebab, setelah Fathu Misr, bangunan pertama yang dibangun Sahabat Amr Bin Ash adalah masjid ini.

Penaklukan Mesir dilakukan pada zaman khalifah Umar Bin Khotob. Pasukan yang dikirim sekitar 13 ribu pasukan sahabat yang dipimpin Amr bin Ash. Kenapa beliau yang mimpin?

Karena pengalaman beliau Amr Bin Ash dan jaringan beliau dalam berdagang sebelum masuk Islam yang tersebar di seluruh dunia Arab saat ini termasuk Mesir. Makanya bisa dibayangkan bagaimana semangat sahabat zaman itu memanfaatkan tempat ini.

Sungguh pengalaman saya, sangat terasa aura dahsyat beliau dan para sahabat kalau kita masuk dan sholat di masjid ini. Apalagi ditambah suara imam salat fardunya lebih merdu dengan suara imam di masjidil haram dan masjid nabawi.

Masjid Amru Bin Ash ini seringkali disebut sebagai ‘Taj Al-Jawami’ atau ‘Mahkotanya Masjid’. Mesjid yang berada di wilayah Fusthath dibagian kota tua Kairo ini merupakan masjid pertama di Mesir dan Benua Afrika.

Banyak makam termasuk putra Amr Bin Ash yang bernama Abdullah Bin Amr Bin Ash dimakamkan di sini. Tapi sudah terkubur karena perluasan masjid, sehingga tidak terdeteksi lagi.

Bahkan ada pendapat, ada banyak makam lagi dari kalangan sahabat dan tabiin selain Abdullah Bin Amr Bin Ash. Syekh Ali Jumat mengatakan makam putra Amr Bin Ash diantara pojok-pojok Masjid.

Bangunan Yang Eksotik

Meski bangunan asli yang dibangun semasa Amru bin Ash sudah tak tersisa lagi, namun sejarah awal pembangunannya menjadikan masjid ini memegang peranan penting bagi peradaban Islam di Mesir dan benua Afrika.

Hampir semua ulama besar dari kalangan sahabat, tabiin dan tabiit tabiin kalau taklim selalu di lakukan di masjid ini. Termasuk Imam Syafii taklimnya juga digelar di masjid ini karena tabarrukan dengan ngajinya para sahabat dan guru-gurunya.

Bangunan masjid yang kini berdiri dan kita saksikan kalau berkunjung merupakan hasil pembangunan para penguasa sesudah Amr bin Ash. Pembangunan ini tidak sekaligus, tapi bertahap dari dinasti ke dinasti.

Seperti kita ketahui, bahwa Mesir pasca ditaklukkan Amr bin Ash, dikuasai dinasti Fatimiah, Ayubiah, Mamalik, Turki Utsmani dan lainnya. Keindahan arsitekturalnya menarik perhatian berbagai pihak termasuk para turis dari mancanegara dan para mahasiswa.

Bahkan, salah satu adegan Film Ketika Cinta Bertasbih yang diangkat dari novel karya Habiburrahman El-Shirazy, juga mengambil tempat di pelataran tengah masjid ini. Bagian tengah ini digunakan untuk tempat wudlu.

Jadi, tak ada salahnya bila anda sedang berkunjung ke Kairo Mesir, sempatkan ziarah ke masjid bersejarah ini sekaligus diniati tabarrukan kepada sahabat Amr Bin Ash dan para sahabat serta kibarul ulama assalaf. (fai)

*Penulis KH. Mohammad Nur Hayid adalah Pembina Ikatan Sarjana Quran Hadis ISQH Indonesia

Related posts

Makna Isra Mikraj dalam Islam

adminISQH

Hikmah Mimpi Rasulallah

adminISQH

Leave a Comment