QURAN HADIS
Tafsir

Keajaiban Nyata Bagi yang Tak Pernah Tinggalkan Salat 5 Waktu

UMAT Islam diwajibkan menjalankan salat lima waktu sebagai bekal ke surga dan diselamatkan hidupnya saat di dunia. Tapi sayang, masih banyak orang mengabaikan keajaiban salat lima waktu di kehidupan sehari-hari.

Padahal ketika Anda rajin salat akan banyak mengalami keajaiban hidup yang sempurna semasa di dunia. Bahkan, pahalanya berlipat-lipat ganda kalau Anda menunaikan salat secara berjamaah.

Allah berfiman:

فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلَاةَ فَاذْكُرُوا اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِكُمْ ۚ فَإِذَا اطْمَأْنَنتُمْ فَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ ۚ إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَّوْقُوتًا

“Maka apabila kamu telah menyelesaikan salat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman,” (QS, An-Nisa: 103)

Suatu ketika dalam perjalanan mir’ajnya, nabi melewati suatu kaum yang sedang bercocok tanam, lalu menuai pada hari itu juga. Setiap kali mereka tuai, setiap itu pula tanaman tersebut tumbuh kembali, seperti sebelum menuai.

Lalu Rasulullah bertanya kepada Jibril. “Siapa mereka itu ya Jibril? Jibril menjawab, “Mereka adalah kaum mujahidin fi sabilillah. Pahala yang diberikan kepada mereka berlipat ganda hingga 700 kali lipat.”

Kemudian, Rasulullah juga melihat seorang wanita tua. Pada kedua lengannya berderet perhiasan yang mempesona. Rasulullah bertanya lagi kepada Jibril, lalu Jibril menjawab, “Ia adalah dunia dengan berbagai perhiasan yang ada padanya.”

Selanjutnya, Rasulullah melihat orang yang sedang memukul kepala dengan batu hingga pecah. Dari pecahan kepala itu mengucur banyak darah. Ajaibnya, kepala itu kembali sediakala.

Ada pula sebagian orang yang kembali memukul kepalanya dengan batu hingga berdarah dan seterusnya, hingga berkali-kali. Rasulullah bertanya kepada Jibril. “Siapa mereka ya Jibril? Jibril menjawab, mereka adalah orang yang bermalas-malasan dalam menunaikan salat wajibnya.”

Dari dua contoh kisah tersebut, apakah Anda masih tetap mengabaikan salat. Sementara salat lima waktu hukumnya wajib, kalau tidak dilakukan akan dapat dosa Allah.

Sumber: Okezone.com

Related posts

Makna Sosial di Balik Isro’ dan Mi’roj

adminISQH

Khilafah Produk Politik, Bukan Agama

adminISQH

Apa Itu MaʻRûf dan Apa Itu Munkar

adminISQH

Leave a Comment