Kedua kata maʻrûf dan munkar merupakan kata yang berasal dari bahasa Arab. Kemudian keduanya diserap ke dalam bahasa Indonesia. Sehingga penulisan keduanya dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dibakukan menjadi makruf dan mungkar. Menurut KBBI makruf diartikan dengan perbuatan baik atau jasa. Sementara mungkar dimaknai dengan durhaka dengan melanggar perintah Tuhan.

Dalam memahami suatu makna alangkah baiknya kita telusuri ke dalam bahasa asalnya. Dalam bahasa Arab setiap kata yang berakar dari huruf ʻainrâ’, dan fâ’ mempunyai dua makna asal yaitu: pertama, urutan sesuatu yang saling menyambung satu dengan lainnya. Kedua, tenang dan diam. Dari makna kedua inilah muncul kata maʻrûf. Disebut demikian karena siapapun pasti akan merasa tenang dengan suatu ke-maʻrûf-an. Sebaliknya orang manapun pasti akan lari dari ke-munkar-an. Demikian terang pakar bahasa Arab, Ibnu Faris dalam Maqâyîs al-Lughah.

Makruf adalah sebuah sebutan bagi tindakan yang baik menurut akal dan syariat. Sehingga siapapun pasti menerimanya. Ketenangan dan kedamaian yang dihasilkannya. Tidak ada siapapun yang bakal menolak dan membencinya. Itulah namanya makruf.

Makruf dalam al-Quran mempunyai beragam makna sesuai konteks pembicaraan masing-masing ayatnya, kata maʻrûf diartikan dengan empat makna, yaitu:

  1. Ganti (lihat QS al-Nisa’ [4]: 6 & 114)
  2. Berhias pasca habisnya masa iddah (lihat QS al-Baqarah [2]: 234)
  3. Memberi nafkah sesuai dengan kemampuan suami (lihat QS al-Baqarah [2]: 235 263 dan QS al-Nisa’ [4]: 5 & 8)
  4. Janji yang baik (lihat QS al-Baqarah [2]: 241 & 233)

Sebaliknya sebagai lawan dari kata maʻrûfmunkar mempunyai arti asal lawan dari pengetahuan yang dapat menenangkan hati. Munkar dan ingkar masih dari satu akar yang sama. Menurut al-Ashfihani asal makna keduanya adalah terlintasnya sesuatu yang tidak dibayangkan oleh hati. Dalam kaitannya dengan redaksi munkar, al-Ashfihani memaknai munkar sebagai suatu perbuatan yang dianggap buruk oleh akal sehat atau dinilai buruk oleh syariat meski dinilai baik oleh akal manusia biasa. Al-Munawi menambahkan bahwa mungkar adalah suatu tindakan atau ucapan yang tidak diridai oleh Allah swt.

Dari pemaparan makna makruf dan mungkar di atas semoga menjadi jelas bagi kita umat Nabi Muhammad saw. Sehingga kita bisa beramar makruf dan nahi mungkar dengan baik. Sebab Allah swt mencap kita umat Muhammad saw sebagai umat terbaik karena senantiasa menjalankan amar makruf dan nahi mungkar. Bukan umat yang merasa terbaik tapi belum melakukan yang terbaik bagi nama baik Islam dan umat Muslim di manapun berada. Semoga amar makruf dan nahi mungkar kita membawa ketenangan dan kedamaian bukan penolakan dan pengusiran. Amin. (Ali Fitriana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *